Syaikh Muhammad Al-Ghazali

April 22, 2008 at 5:54 am (Biografi)

Syaikh Al Ghazali lahir 22 September 1917, dikampung Naklal Inab, Itay Al-Barud, Buhairah, Mesir. Ia dibsarkan dikeluarga Agamis yang sibuk didunia perdagangan. Ayahnya Hafidz Al Qur’an. Lalu sang anak tumbuh mengikuti jejak ayahandanya dan hafal Al Qur’an sejak Usia 10 tahun. Syaikh Al Ghazali menimba ilmu dari Guru-guru yang ada didesanya, masuk sekolah agama di Iskandariyah dan menamatkan tingkat dasar hingga menengah atas (SMU).Pindah ke Kairo untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ushuluddin dan mendapat Ijazah tahun 1361 H/1942 M. ia mengambil sepesialisasi di Dakwah wal ‘irsyad dan mendapat gelar magister tahun 1362 H/1943 M. para guru yang paling berpengaruh padanya saat studi adalah Syaikh Abdul Aziz Bilal, Syaikh Ibrahim Al-Gharbawi, Syaikh Abdul ‘Azhim Az-zarqani, dll. Syaikh Muhammad Al Ghazali menikah saat masih kuliah difakultas Ushuluddin dan dikaruniai sembilan orang anak. Syaikh Muhammad Al Ghazali merupakan dai yang brilian, memiliki semangat menggelora, perasaan lembut, tekad yang membaja, lincah, ungkapan-ungkapannya mensastra, mengesankan, supel, dan pemurah. Ini semua diketahui setiap orang yang pernah hidup bersamanya, menyertai atau bertemu dengannya.

Ia tidak suka memaksakan diri (takalluf) benci kesombongan dan sikap sok tahu,aktif mengikuti perkembangan social dengan segala persoalannya, ikut menyelesaikan problematika ummat, mengungkap hakikat, dan mengingatkan ummat tentang bencana yang ditimbulkan syaitan-syaitan manusia dan jin, baik dari barat maupun timur.

Diantara murid-murid beliau, ada yang menjadi ulama besar. Antara lain Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Syaikh Manna’ Qathan, Dr. Ahmad Assal, dan lainnya.

Aktivitas Syaikh Al Ghazali Setelah menyelesaikan studi, Syaikh Muhammad Al-Ghazali menjadi imam dan Khatibdi Masjid Al-’Atabah Al-Khadlra. Setelah itu mendapat banyak jabatan secara berurutan sebagai berikut :Dewan Pengawas Masjid, Dewan Penasihat AL Azhar, Wakil Dewan Urusan Masjid, Direktur Urusan Masjid, Direktur Dakwah wal Irsyad (Dakwah dan Penyuluhan)Tahun 1949 Syaikh Al-Ghazali dipenjarakan oleh pemimpin tirani Mesir di penjara At-Thur selama satu tahun bersama Ribuan Dai lainnya. Dan dipenjara Tharah tahun 1965 selama beberapa waktu.

Syaikh Muhammad Al Ghazali menjadi dosen tamu di Universitas Ummul Qura, Makkah Al Mukkarramah, tahun 1971. tahun 1981, ia ditunjuk sebagai wakil Mentrei, kemudian memegang jabatan Ketua Dewan Keilmuan Universitas Al-Amir Abdul Qadir Al-Jazaairi Al-Islamiyah di AlJazair selama lima tahun

Awal Perkenalan Dengan Imam Hasan Al Banna.

Awal interaksi Syaikh Al-Ghazali dengan Imam Hasan Al Banna bermula saat syaikh Al Ghazali masih belajar di sekolah menengah Iskandariyah. Saat itu ia punya kebiasaan menetap diMasjid Abdurrahman bin Harmuz, daerah Ra’sut Tin selepas shalat maghrib, untuk mengulang pelajaran. Pada suatu sore, Imam Al banna menyampaikan nasihat singkat tentang penjelasan hadits ‘Bertakwalah kepada Allah dimana pun kamu berada, ikutilah setiap perbuatan buruk dengan perbuatan baik, tentu yang baik akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik’.

Setelah mendengar nasihat itu, hati al-ghazali tertambat padanya, tertarik kepada sosok dan pribadinya. Sejak saat itu hubungan mereka terjalin erat. Al Ghazali senantiasa bersama Imam Al Banna selepas shalat Isya, dimajelis yang tersdiri dari tokoh-tokoh dakwah. Selanjutnya beliau meneruskan aktivitas perjuangan Islam bersama Da’I Besar Imam Hasan AL Banna hingga Imam Al Banna Syahid tahun 1949.

Komentar Tokoh Terhadap Al Ghazali

Syaikh Al Ghazali salah satu tokoh Islam abad modern. Ia dai yang sulit ditemukan tandingannya didunia Islam saat ini. Ia Jenius dan keindahan katanya menawan hati, sehingga saya dapat menghafal beberapa ungkapan, bahkan beberapa lembar tulisannya, lalu mengulang sesuai teks aslinya dibeberapa ceramah.

komentar Dr. Yusuf Al-Qaradhawi dibukunya As-Syaikh Al-Ghazali kama ‘araftuhu (syaikh Al Ghazali yang saya kenal) Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi, dibukunya Mudzakkirat Sa-ihin Fisy Syarqil ‘Arabi, berkata “saya ingin sekali bertemu syaikh Muhammad Al-Ghzali salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin terkemuka dan penulis kebangkitan keagamaan di Mesir.

Akhirnya saya dapat Bertemu dengan penulis buku Al-Islam Wa Audla’ul Iqtishadi, Al Islam wal manahijul Isytirakiyah, Al-Islam Al-Muftara ‘Alaih, dan Min Huna Na’lam ini. Saya bertemu seorang lelaki yang menyajikan makanan pemikiran, ruhani, dan adab Islam yang Murni. Saya sangat berbahagia karena bertemu dengan orang shalih, intelek, dinamis, hatinya hidup, otaknya brilian dan wajahnya memancarkan kegembiraan.

Menurutku setiap kita dapat mengenalnya melalui buku-buku dan risalah-risalahnya. Sebab buku-bukunya merupakan gamabran pemikiran dan prinsip yang ia yakini.

Pulang Ke Rahmatullah

Syaikh Muhammad Al Ghazali wafat di Riyadh, Arab Saudi, tanggal 9 Maret 1996. jenazahnya dipindah ke Madinah Al Munawarah, untuk dimakamkan di AlBaqi. Yang Mulia Amir Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa’ud memiliki peran penting dalam memberikan penghargaan kepada Al Ghazali, baik saat masih hidup maupun sudah meninggal, juga memberikan bantuan kepada keluarganya.Semoga Allah Ta’ala merahmati syaikh kita yang mulia, Muhammad Al-Ghazali, memberi balasan yang baik karena jasa-jasanya kepada kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala mengumpulkan kita dan beliau bersama para Nabi, Shidiqqin, dan para Syuhada. Mereka sebaik-baik teman.

Sumber : Mereka yang telah pergi Penerbit Al-Itishom

Dikutip dari Perisaidakwah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: