Saidina Ali Abi Talib

April 23, 2008 at 4:53 am (Biografi)

Saidina Ali Abi Talib (Arab: علي بن أبي طالب) ialah khalifah keempat Islam daripada Khulafa al-Rasyidin. Beliau juga ialah sepupu dan menantu Nabi Muhammad s.a.w. selepas mengahwini anak perempuan Rasulullah s.a.w. iaitu Fatimah. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Utsman bin Affan

April 23, 2008 at 4:46 am (Biografi)

Utsman bin Affan (Arab: عثمان بن عفان) merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad S.A.W. Ketika beliau menjadi khalifah, berlaku pertelingkahan dikalangan umat Islam mengenai cara bacaan Al-Quran. Disebabkan oleh itu Utsman bin Affan telah meminjam suhuf, (kumpulan penulisan Al-Quran daripada Hafsa. Selepas itu Utsman bin Affan telah memerintahkan empat orang sahabat untuk menyalin semula Al-Quran dalam bentuk yang sempurna yang dikenali sebagai Mushaf Utsman. Salinan Mushaf Utsman tersebut dihantar keseluruh pusat jajahan bagi mengantikan salinan-salinan yang lain. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Umar bin Khattab

April 23, 2008 at 4:39 am (Biografi)

Umar bin Khattab (581 – November 644) (bahasa Arab: عمر بن الخطاب) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin. Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Abu Bakar as-Siddiq

April 23, 2008 at 4:30 am (Biografi)

Abu Bakar as-Siddiq (b. Arab أبو بكر الصديق Abū Bakr al-Siddīq) ialah khalifah pertama orang Muslim dari tahun 632-634. Beliau pada awalnya digelar Abdul Kaabah (hamba Kaabah) tetapi selepas pengislamannya, beliau menukar namanya kepada Abdullah. Namun beliau selalu digelar Abu Bakar (daripada perkataan Arab Bakar yang bermaksud unta muda) kerana beliau amat gemar membiak unta. Beliau amat terkenal dengan gelaran As-Siddiq (yang membenarkan). Nama sebenar beliau ialah Abdullah ibni Abi Quhaafah. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Said Hawwa

April 22, 2008 at 6:10 am (Biografi)

sumber : Al Mustasyar Abdullah Al Aqil/ Al I’thisom

Syaikh Said Hawa bin Muhammad Dib Hawwa lahir di kota Hamah, Suriah, tahun 1935. Ia berusia 2 tahun ketika ibunya meninggal dunia. Ia pindah ke rumah neneknya di bawah asuhan sang ayah, seorang pejuang pemberani yang berjihad melawan perancis. Pada masa mudanya berkembang pemikiran sosialis,Nasional, Ba’ats, dan Ikhwanul Muslimin. Allah memberikan kebaikan untuknya dengan bergabung ke dalam Jama’ah Ikhwanul Muslimin, tahun 1952, saat ia masih pelajar SMU. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Syaikh Muhammad Al-Ghazali

April 22, 2008 at 5:54 am (Biografi)

Syaikh Al Ghazali lahir 22 September 1917, dikampung Naklal Inab, Itay Al-Barud, Buhairah, Mesir. Ia dibsarkan dikeluarga Agamis yang sibuk didunia perdagangan. Ayahnya Hafidz Al Qur’an. Lalu sang anak tumbuh mengikuti jejak ayahandanya dan hafal Al Qur’an sejak Usia 10 tahun. Syaikh Al Ghazali menimba ilmu dari Guru-guru yang ada didesanya, masuk sekolah agama di Iskandariyah dan menamatkan tingkat dasar hingga menengah atas (SMU). Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Akhlaq

April 19, 2008 at 5:36 am (Artikel)

Pengertian

Secara etimologis Akhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at. Berakar dari kata khuluqa yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata khaliq (pencipta), makhluq (yang diciptakan), khalq (penciptaan). Kesamaan akar kata diatas mengisyaratkan bahwa dalam akhlaq tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak khaliq dengan perilaku makhluq atau dengan kata lain perilaku seseorang terhadap orang lain dan lingkungannya baru mengandung nilai akhlaq yang hakiki manakala perilaku tersebut didasarkan pada kehendak sang khaliq. jadi Akhlaq tidak saja mengatur hubungan antara seseorang dengan Allah, seseorang dengan orang lain (masyarakat), tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar

Pemerintahan Ilahi

April 19, 2008 at 5:28 am (Artikel)

(Oleh: Ust. Husein Al-Kaff)

Tulisan ini mencoba memberikan gambaran secara global dan ringkas tentang sistem pemerintahan dalam pandangan Islam. Saya kira gambaran ini penting mengingat mayoritas dari rakyat Indonesia adalah Muslim, agar mereka mengetahui bahwa Islam tidak buta terhadap masalah pemerintahan.

Manusia Makhluk Bersosial

Hidup bermasyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia. Sejak dahulu kala sampai saat ini dan seterusnya umat manusia selalu hidup bersama dan bergotong royong, karena kebutuhan-kebutuhan manusia tidak akan tercapai secara penuh kecuali dengan hidup bermasyarakat dan bergotong royong. Kemudian, kehidupan bermasyarakat tidak akan damai, aman dan harmonis tanpa adanya seperangkat peraturan atau undang-undang yang menjelaskan dan mengatur hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka, baik yang menyangkut urusan personal maupun komunal. Karena tanpa undang-undang akan terjadi kehidupan yang anarkhis, kacau balau, dan akan muncul hukum rimba. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Malu Jika Tidak Dapat Menderma

April 19, 2008 at 5:02 am (Artikel)

Tidak ada sifat-sifat yang paling dimuliakan dan diagungkan oleh bangsa Arab baik pada zaman Jahiliyah mahupun di zaman Islam lebih dari sifat pemurah dan berani. Para penguasa dan para raja sangat senang bila disebarluaskan kepemurahan dan memuji-muji mereka itu mengkhususkan dua sifat yang utama tadi dengan syair-syair mereka. Kadang kala mereka memuji dengan sesungguhnya dan kadang kala sebaliknya. Ada perlu mereka memuji secara berlebih-lebihan. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ciri-ciri Mereka Yang Punya Prinsip

April 19, 2008 at 4:57 am (Artikel)

Mereka Terus Belajar
Orang-orang yang berprinsip terus belajar dari pengalaman-pengalaman mereka. Mereka membaca, mengikuti pelatihan dan kursus, mendengarkan orang lain, belajar dengan kedua telinga dan mata mereka. Mereka selalu ingin tahu dan selalu bertanya. Mereka terus menambah kemampuan, yakni kemampuan untuk mengerjakan banyak hal. Mereka mengembangkan ketrampilan baru, minat baru. Mereka mendapatkan bahwa semakin banyak tahu, semakin mereka menyadari bahwa mereka tidak tahu; bahwa saat lingkaran pengetahuan mereka berkembang, lingkaran ketidaktahuan mereka juga berkembang. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

halaman sebelumnya · Next page »